video-cewek-cantik

Cerita Ngentot Dengan Mantan Pacar

Sabtu pagi ini aku belajar matematika. Tidak biasanya aku belajar pada hari sabtu karena hari ini ada tes masuk ke salah satu bimbel ternama di kotaku. Aku diberitahu oleh bagian administrasi katanya sabtu tes masuk bimbel itu bahan nya matematika. Tes nya mulai jam 2 siang, namun aku datang 1 jam lebih cepat. Aku lihat-lihat dulu ke dalam gedung inten nya. Ternyata aku bertemu dengan teman absolutist ku dan guruku di SMA ku yang lama. Aku ngobrol sebentar kira-kira 10 menit. Aku keliling-keliling lagi, dan melihat cewe yang aku rasa kenal. Dia menghadap ke arah lain. Aku perhatikan lebih dekat, ternyata itu Dewi, mantanku! Aku jadi deg-degan, karena kita sudah absolutist tidak bertemu. Kuhampiri dia, ternyata dia lagi belajar. Langsung kusapa dia, ternyata dia kaget dengan kedatanganku. Aku ngobrol dengan dia, ternyata dia masih seperti yang dulu. Kurasa aku jatuh cinta lagi padanya. Kupandangi wajahnya dan kulihat pandangan mata nya. Aku yakin dia masih memiliki perasaan yang sama. Tiba-tiba ada authority yang menyuruh kami masuk ke ruangan untuk tes. Aku ke ruang B, dia ke ruang A. aku pamit ke dia dan kami pun masuk ke ruang masing-masing. Aku langsung mengerjakan soal yang berjumlah 30 itu dengan cepat dan waktunya pun terbatas, 30 menit saja. Setelah selesai mengerjakan, aku buru-buru keluar untuk menemui dia lagi. Ternyata dia mau pulang dengan bokap nya. Aku membatalkan niatku itu. Aku takut ketemu bokap nya karena dia tidak dikasih ijin pacaran dulu. Aku bergegas pulang ke rumah sambil senyum-senyum mikirin dia. Seminggu kemudian, hasil tes sudah keluar. Ternyata aku dan dia les di hari yang beda. Dia hari selasa kamis, aku hari senin kamis. Tapi tak apalah hari kamis masih bisa ketemu. Hari demi hari berlalu, hari kamis selalu ketemu dia. Kadang ngobrol sebentar kadang hanya menyapa. Suatu ketika, aku melihat dia nunggu dijemput sama orang tua nya. Biasanya dia sudah langsung pulang, namun sudah 10 menit lebih dia menunggu. Karena aku kasihan padanya, aku menawarkan diri untuk mengantar dia pulang ke rumah. Awalnya dia malu-malu, namun aku sedikit membujuk dia, akhirnya dia setuju. Kuantar dia menggunakan Honda applesauce absolutist punyaku. Sambil menunjukkan daerah rumahnya, kamipun ngobrol-ngobrol. Kulihat dia masih baik seperti waktu kami pacaran dulu. Tiba-tiba dia menyuruhku untuk mengerem mobil.

“Ada apa, dewi ?”

“Engga apa-apa sih, cuman…..”

Mendadak dia senyum padaku, dan dia memintaku untuk mencium bibirnya. Aku kaget bercampur senang mendengar perkataan itu. Tanpa ragu, aku mendekat ke wajah dia dan mencium bibirnya. Bibirnya lembut sekali, kulumat habis permukaan bibirnya. Lidahku menari-nari di atas lidahnya. Kusedot-sedot juga lidahnya. Dia sepertinya tak mau kalah, membalasnya dengan menyedot lidahku. Matanya mulai merem, pertanda dia sudah on. Kupegang leher depan dan belakang sambil kucium dengan lembut, dia mendesah. Tanganku bergerilya di dada nya. Kuraba-raba dan tanganku menyusup ke dalam dadanya. Kubuka kancing bajunya 1 demi 1, kulihat dadanya putih, mulus. Aku tambah nafsu melihatnya, kubuka bh nya dan putingnya yang berwarna merah. Kujilati puting kanan, sementara tanganku jalan-jalan di puting kiri nya. Dia mendesah dan mulai terangsang, buktinya puting nya mulai mengeras. Kupindah ke bagian kirinya. Kujilati mulai dari bagian bawah tete nya, lama-lama naik ke arah putingnya. Tangan kananku bergeliat di puting kanan, tangan kiriku bergerak ke arah celana. Kupegang-pegang celana dalam nya, jariku bergerak turun naik secara perlahan namun pasti, desahan nya makin kuat. Tanganku menyelip ke celana dalam nya, kuraba-raba vagina nya dan kusentuh klitorisnya, makin kuat desahan nya. Kubuka celana nya dan celana dalam nya. Kulihat vagina nya yang sedikit berbulu, dan Nampak dari luar vagina nya masih perawan. Tanpa ragu kujilati vagina nya. Oh benar-benar nikmat. Kujilati bibir vagina nya, baunya harum dan rasanya enak. Benar-benar mantap. Kutarik bibir vagina nya dengan bibirku dan jilat bibir bagian dalam nya. Tangan kiri ku menyentuh klitoris nya sambil jilat vagina nya. Jari telunjuk kiri masuk ke liang vagina nya. Dia makin tak tahan. Baru kusentuh sedikit, badan nya mengejan sambil mendesah kencang dan mengeluarkan cairan kewanitaan nya. Dia baru saja mendapat orgasme nya yang pertama.

“Wah enak banget Randy, kamu mau engga ambil perawanku ?”

Kaget setengah mati aku mendengar tawaran menggiurkan itu. Hatiku bingung untuk memutuskan untuk menerima atau menolak tawaran nya. Kalau aku menerima, kasihan keperawanan dia hilang begitu saja. Namun kalau aku tolak, aku benar-benar kehilangan kesempatan batten berharga seumur hidup. Dia menatapku, rupanya dia tahu aku sedang bingung. Dia menggenggam tanganku sambil berkata, “Udah engga usah bingung, aku rela perawanku cuman buat kamu seorang.”

Dia pindah ke kursi belakang dan mengangkangkan paha nya, dia sudah lebih dari siap. Aku mengambil posisi missionary. Kumasukkan penisku perlahan ke dalam vagina nya, sambil kupegang penisku. Kuteruskan pergerakan penisku, sinta agak kesakitan. Tapi aku tetap melanjutkan gerakanku. Sedikit kutambah kecepatan gerak penisku dan kutembus juga selaput dara nya. Benar-benar nikmat mengambil keperawanan perempuan. Darah segar keluar dari vagina nya tidak terlalu banyak tapi tak apalah. Dia meringis kesakitan, kukeluarkan penisku dan kucium bibirnya. “Udah tenang, jangan nangis, nanti abis ini engga akan sakit lagi kok”, kataku.

Dia sudah tenang, penisku menghujam vagina nya dan kupercepat gerakan nya. Tangisan kecilnya berubah menjadi desahan. Kupegang klitorisnya agar dia makin terangsang. 10 menit kusodok-sodok dia, dia mau orgasme yang ke 2. Kulambatkan gerakan penisku, makin kegelian dan dia orgasme juga yang ke 2. Cairan kewanitaan nya menyembur mengenai penisku, benar-benar hangat. Kudiamkan sebentar penisku dalam vagina nya agar merasakan jepitan vagina nya. Uh, rasanya susah diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya seperti dipijat. Kukeluarkan penisku dan aku ingin mengakhiri ini dengan posisi WOT. Aku bersender pada pintu mobil, dia jongkok di atas paha ku berusaha memasukkan penisku ke dalam vagina nya. Kupeluk dia dan kepalaku dijepit oleh dadanya. Sambil kujilat-jilat, pinggul nya bergerak naik turun. Aku sebentar lagi mau keluar, dia juga sudah mau keluar. Ternyata dia keluar duluan, cairan kewanitaan nya keluar. Beberapa saat setelah dia keluar, kukeluarkan penisku dan kuminta dia untuk mengulum nya. Dia mengulum penisku sampai pangkal penis, aku tak tahan. Jarang-jarang cewe mengulum sampai ke pangkal penis. Aku keluarkan sperma agak banyak di dalam mulutnya, dan dia menelan semuanya.

“Makasih ya sinta, kamu enak banget tadi, permainan kamu bagus”, ujarku sambil mencium jidatnya.

“Kamu juga hebat tadi, aku puas banget sama kamu. Coba kita bisa kayak dulu lagi.”

Dan ternyata perkiraanku benar, dia masih mencintaiku.

“Aku udah ngambil keperawanan kamu, jadi aku engga mau ninggalin kamu.”

“…. Makasih banget ya sayangku. Ternyata aku engga salah ngasih keperawananku sama kamu… walaupun sekarang kita engga bisa pacaran dulu, tapi aku mau kita selalu deket. Aku mau kamu selalu ada buat aku”, ujarnya sambil bercucuran air mata lalu memelukku dengan erat.

Kami berdua memakai pakaian kami masing-masing dan melanjutkan perjalanan ke rumah nya. Tak beberapa lama, kami pun sudah sampai di daerah rumah nya dia. Rumahnya cukup besar. Aku sengaja tidak mengantarkan nya sampai depan karena takut ketahuan sama bokap nya. Dia pamit padaku dan menghadiahkan ciuman ke bibirku. Dia keluar dari mobilku sambil senyum kepadaku. Senyuman nya itu yang membuat aku mabuk kepayang. Dan aku langsung bergegas ke rumah soalnya sudah jam 9 lewat 15 malam. Minggu depan nya aku bertemu dengan diadia bilang ke bokap nya kalau dia sebelum pulang, dia membahas soal dulu baru pulang naik ojek jadi pulang ke rumah agak telat. Sejak peristiwa itu, dia makin dekat padaku dan aku jadi tambah sayang sama dia. Mudah-mudahan kedekatan kami tetap terjaga sampai besar.